Januari 20, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Setelah Lunas Pada Percetakan Plt Kadisdik Bangkalan Minta Pungli Banner Selesai 

BANGKALAN | Kabarmetronews.com – Beredarnya dugaan praktek pungli yang terjadi di Dinas Pendidikan Bangkalan perihal pengadaan banner HUT RI ke- 78 terhadap beberapa lembaga sekolah dibawah naungan dinas pendidikan setempat.

 

Pungli pengadaan banner dimulai dari SD sampai SMP dengan administrasi Rp. 200.000 yang diduga dikoordinir oleh koordinator wilayah.

 

Menanggapi hal tersebut Plt Dinas Pendidikan Bangkalan Dr. Agus Sugianto Zain S.Pd M.Si  memberikan tanggapan melalui aplikasi WhatsApp mengatakan bahwa berita pengadaan banner HUT RI sudah berulang-ulang di muat berita di media.

 

“Berita sudah dimuat berulang-ulang masih mau dikonfirmasi lagi ya. Kan sudah sesama anggota pejalan sudah menulis berita itu. Apalagi yang mau dikonfirmasi,” ujar Agus memberikan tanggapan, Selasa (22/08/2023) siang.

 

Selain itu, Agus menegaskan tidak pernah memerintahkan tidak memungut administrasi untuk pengadaan cetak banner. Ia juga memerintahkan untuk mengembalikan ongkos cetak.

 

“Perintah saya kalau ongkos cetak sudah kembali bayarkan ke percetakan dan selesai. Tidak ada perintah dari saya untuk itu, karena itu sudah dilakukan setiap Agustusan tiap tahun tapi tidak pernah ada yg mempermasalahkan seperti tahun ini. Justru saya tahu setelah jadi berita dan saya minta hentikan asal ongkos cetak kembali. Cukup jelas ya,” kata Agus Menegaskan.

 

Sebelumnya diakui oleh Wiwik Kepala Bagian Umum Dinas Pendidikan Bangkalan dugaan pungli itu atas perintah atasannya yakni Komar Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan dengan modus kemasan punglinya berupa partisipasi dari ratusan lembaga pendidikan dibawahnya.

 

“Kita tidak punya anggaran, makanya kita meminta partisipasi Rp 200.000, kita mencetak 180 banner untuk SD dan SMP sekitar 40 an, iya itu atas instruksi pak Komar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan,” kata Wiwik mengungkapkan.

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan Zainul Qomar mengaku hanya mengambil filenya sesuai instruksi protokol. Ia juga menepis tuduhan yang mengarah dirinya dan untuk teknis diatur oleh pimpinan.

 

“Dalam arti instruksi itu ada dari protokol lalu kita minta filenya terkait dengan teknisnya kita memang tidak paham, pimpinan memerintahkan bu Wiwik saya hanya menyampaikan filenya. Untuk teknis itu memang pimpinan sama bu Wiwik,” ungkapnya. (@red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!