Korwil Kecamatan Kamal dan Disdik Bangkalan Berbeda Keterangan Ada Apa?
BANGKALAN | Kabarmetronews.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan seakan tiada hentinya diterpa dengan masalah. Kali ini dinas pendidikan setempat diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada lembaga sekolahan yang berada dibawah naungannya.
Diketahui, dugaan pungli yang dilakukan oleh jajaran Dinas Pendidikan Bangkalan yakni Koordinator Wilayah Kecamatan Kamal secara sistematis dengan berkedok pengadaan banner ucapan selamat HUT RI ke- 78 dengan nominal Rp. 200.000,-.
Menanggapi dugaan itu Yusrifah Kepala Sekolah SDN Gili Timur 1 Kecamatan Kamal, mengatakan ia mendapat Banner Ucapan HUT RI ke-78 dari Disdik yang didistribusikan melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Kamal.

“Saya di koordinasi sama K3S, ini tolong di ambil di korwil,” kata Yusrifah mengungkapnya saat ditemui langsung.
Disisi lain seolah ingin menutupi dugaan aksi pungli tersebut, Ketua K3S Kecamatan Kamal Jasuli yang juga Kepsek SDN Kamal 2 enggan mengungkapkan fakta yang terjadi di lapangan, ia mengatakan tak ada uang partisipasi dalam hal ini, melainkan ia hanya mendapat instruksi untuk melakukan pemasangan banner di lembaganya.
“Tidak ada, gak beli itu, saya hanya menerima dan saya pasang,” ucap Jasuli, Kamis (10/08/2023).
Senada dengan Jasuli, Korwil Kecamatan Kamal Haryadi, juga enggan membeberkan fakta terkait adanya dugaan pungli 200 ribu/per banner yang di patok oleh Disdik Bangkalan.
“Saya mengambil dari Bangkalan disuruh menyebarkan ke sekolah, tidak ada penjualan,” ujar Haryadi.
Sementara itu, Disdik Bangkalan melalui Kabag Umumnya mengakui adanya nominal 200 ribu yang harus dikeluarkan oleh setiap lembaga sekolah yang menerima banner Ucapan tersebut.
“Kita tidak punya Anggaran memang, makanya kita meminta partisipasi 200 ribu,” ungkap Kabag Umum Wiwik saat ditemui dimeja kerjanya. Senin (14/08).
Lebih lanjut Wiwik memaparkan terdapat sekitar 220 total lembaga yang mendapat banner Ucapan tersebut.
“Kita mencetak 180 banner untuk SD dan SMP sekitar 40 an,” ucap Wiwik.
Dijelaskan Wiwik hal itu ia lakukan lantaran mendapat perintah langsung dari atasannya di Disdik Bangkalan.
“Iya itu instruksi dari pak Komar (sektretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan),” jelasnya. (@red).
